Langsung ke konten utama

Salamatusshadr dalam Jama'ah

๐Ÿ“NOTULEN KAJIAN SIRUP
๐Ÿ—“Sabtu, 2 September 2017
๐Ÿ Room Kajian Kormin
๐ŸŽ™Narsum : Ustadz.Rudianto Surbakti

Moderator : Ukhti Deli
Notulis : Ukhti Aida

๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”

Materi
Salamatus shadr adalah kondisi dimana seseorang berhasil meraih kemampuan pengendalikan diri dan keberhasilan menghidupkan kondisi ruhiyah. Atau kondisi ini sering disebut kondisi lapang dada. Jika kondisi ini tercapai, maka biaa disebut pemilik hati tersebut memiliki hati yg mulia. Dan orang yang paling lapang dadanya di Dunia adalah Rasulullah SAW. Bliau adalah teladan kita dalam menggapai salamatus sadhr.

Lapang dada merupakan karunia pemberian Allah Ta'ala, perhatikanlah doa dan permohonan Nabi Musa alaihis salam tatkala Allah Ta'ala memerintahkannya untuk melasanakan tugas yang begitu berat; yaitu mendatangi Fir'aun yang sudah melampaui batas, dalam surah Thaha ayat 24..

ุงุฐْู‡َุจْ ุฅِู„َู‰ ูِุฑْุนَูˆْู†َ ุฅِู†َّู‡ُ ุทَุบَู‰

Artinya : "Pergilah kamu kepada Fir'aun, karena dia telah berbuat melampui batas. (QS. Thaha:24).

Suatu tugas yang sangat berat, dan besar, tatkala Allah Ta'ala perintahkan hal itu dia berkata,

 ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ุงุดْุฑَุญْ ู„ِูŠ ุตَุฏْุฑِูŠ (ูขูฅ)

ูˆَูŠَุณِّุฑْ ู„ِูŠ ุฃَู…ْุฑِูŠ (ูขูฆ)

Artinya:
"Berkata Musa:" Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku. (QS. Thaha: 25-26).

Dan tidak diragukan lagi bahwa lapangnya dada merupakan karunia Allah Ta'ala dan taufik dari-Nya, dengan mengusahakan sebab-sebabnya.

Meski tidak seberat tugas yang Allah bebankan pada Musa, namun semua kita memiliki kewajiban untuk berdakwah, kewajiban untuk menegakkan hukum Allah di Muka bumi, dan kewajiban untuk menyampaikan Risalah. Maka pantas pula lah kita memohon pada Allah kelapangan dada dalam menjalankan Amanah dari Allah.

Terlebih kita yg sudah mendapatkan amanah khusus dari Allah, seperti menjadi bagian dari pengurus Odoj misalnya, menghadapi berbagai jenis latar belakang keilmuan dan pemahaman. Maka tak ada jalan lain selain memiliki salamatus shadr dalam pribadi kita masing2 dlm menjaga eksistensi lembaga yg kita bawa.

☔ Memaafkan dan Berlapang Dada

Memaafkan atas sebuah kezhaliman lebih baik daripada mendendam, dibawa sampai ke akhirat.

Memaafkan seseorang yang pernah berbuat kezhaliman kepada kita, apapun bentuk kezhalimannya, adalah merupakan syariat Islam dan sesuatu yang diperintahkan di dalam Al Quran yan Mulia serta dicontohkan di dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang agung.

Memang berat tapi ganjaran pahalanya juga sangat besar, yaitu diampuni Allah Ta'ala dosa-dosanya.

Mari kita mengingat kembali kisah Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu, yang telah bersumpah untuk tidak lagi membiayai dan menafkahi Misthah bin Utsatsah radhiyallahu 'anhu, karena Misthah radhiyallahu 'anhu termasuk orang yang mengatakan berita dusta tentang Aisyah radhiyallahu 'anha.

Dan ketika Allah Ta'ala telah menurunkan ayat yang menjelaskan tentang keterlepasan Aisyahradhiyallahu 'anha dari segala tuduhan yang telah dibuat-buat kaum munafik tersebut, kemudian keadaan kaum muslim menjadi tenang kembali, Allah Ta'ala memberikan taubat-Nya kepada kaum beriman yang ikut berkata dalam berita ini, dan didirikan pidana atas yang berhak mendapatkan hukuman atas perbuatannya.

Maka Allah dengan kemuliaan dan kemurahan-Nya, mengajak Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhuuntuk memaafkan Misthah radhiyallahu 'anhu, yang juga merupakan anak bibi beliau, seorang miskin yang tidak mempunyai harta kecuali hanya dari pemberian Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhusaja, dan Misthah radhiyallahu 'anhu termasuk dari kaum Muhajirin serta telah diterima taubatnya oleh Allah Ta'ala, apalagi Misthah radhiyallahu 'anhu sudah mendapatkan hukuman pidana atas perbuatannya tersebut.

Lalu apa sikap Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu akhirnya setelah pada awalnya berkata:
 "Demi Allah, selamanya aku tidak akan menafkahi Misthah sedikitpun, setelah apa yang ia katakan tentang Aisyah radhiyallahu 'anha", maka Allah-pun menurunkan ayat:

ูˆَู„َุง ูŠَุฃْุชَู„ِ ุฃُูˆู„ُูˆ ุงู„ْูَุถْู„ِ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَุงู„ุณَّุนَุฉِ ุฃَู†ْ ูŠُุคْุชُูˆุง ุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْู‚ُุฑْุจَู‰ٰ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُู‡َุงุฌِุฑِูŠู†َ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ۖ ูˆَู„ْูŠَุนْูُูˆุง ูˆَู„ْูŠَุตْูَุญُูˆุง ۗ ุฃَู„َุง ุชُุญِุจُّูˆู†َ ุฃَู†ْ ูŠَุบْูِุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

Artinya: "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An Nur:22)

Maka Abu bakar lalu berkata lagi:
"Tentu, demi Allah, aku menginginkan agar aku diampuni Allah Ta'ala". Maka beliau kembali memberi nafkah kepada Misthah yang dulu beliau beri nafkah. Dan beliau berkata:"Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan nafkah untuknya".(HR. Bukhari dan Muslim. Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim, karya Ibnu Katsir rahimahullah).
Jadi Abu Bakar radhiyallahu 'anhu yang awalnya ingin menghentikan membiayai Misthahradhiyallahu 'anhu, disebabkan Misthah radhiyallahu 'anha termasuk orang yang ikut berkata akan berita dusta tentang Aisyah radhiyallahu 'anha yang telah diprakarsai oleh kaum munafik, tetapi setelah melihat ganjaran pahala yang begitu besar dari Allah Ta'ala jika beliau memaafkan Misthah radhiyallahu 'anhu, maka Abu Bakar radhiyallahu 'anhu pun memilih untuk mendapatkan ganjaran tersebut, yaitu berupa ampunan dari Allah Ta'ala, daripada menyimpan dendam yang tiada habisnya. Allahu Akbar!.

Maafkanlah kesalahan saudara-saudara seiman kita, apapun kesalahannya, jangan dendam tersebut selalu menyesakkan dada kita, apakah kita tidak mau mendapatkan ampunan Allah Ta'ala. Memaafkan = Mendapat Ampunan Allah Ta'ala.

Sikap memaafkan harus dibarengi dengan perasaan lapang dada.

Kesempurnaan sikap memaafkan adalah jika dibarengi dengan perasaan lapang dada, yang menganggap seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Sebagian mungkin bisa memaafkan tetapi tidak bisa lapang dada, contohnya:

Si A telah memaafkan B, orang yang pernah berbuat salah kepadanya tetapi:

- si A tidak ingin lagi bertemu dengan si B,

- si A malas untuk berkumpul bersama dengan si B lagi,

- si A masih selalu mengungkit kesalahan si B,

- si A tidak mau lahgi berurusan dengan si B,

- si A tidak lagi mau menolong si B, jika si B membutuhkan pertolongan,

dan contoh-contoh yang lain masih banyak.

Padahal, kalau kita perhatikan ayat-ayat suci Al Quran, maka seorang muslim diperintah untuk memaafkan dengan dibarengi lapang dada, mari kita perhatikan:

.....ูˆَู„ْูŠَุนْูُูˆุง ูˆَู„ْูŠَุตْูَุญُูˆุง ۗ .....

Artinya: ".....dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada...." (QS. An Nur:22)

Terdapat pelajaran yaitu:
Perintah untuk memaafkan dan lapang dada, walau apapun yang didapatkan dari orang-orang yang pernah menyakiti. (Lihat Tafsir al Karim Ar Rahman fi Tafsir Al Kalam Al Mannan, karya As Sa'di rahimahullah).


..... ูَุงุนْูُ    ุนَู†ْู‡ُู…ْ    ูˆَุงุตْูَุญْ    ۚ    ุฅِู†َّ    ุงู„ู„ّٰู€ู‡َ    ูŠُุญِุจُّ    ุงู„ْู…ُุญْุณِู†ِูŠู†َ    ﴿ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:ูกูฃ﴾

Artinya:
".....maka maafkanlah mereka dan lapangkanlah dada, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik". (QS. Al Maidah: 13)

Ayat yang mulia ini memberi beberapa pelajaran:

1. Sikap memaafkan yang dibarengi dengan perasaan lapang dada adalah sifatnya seorang Muhsin.

2.Seorang Muhsin keutamaannya adalah dicintai Allah Ta'ala. Dan keutamaan orang yang dicintai Allah Ta'ala adalah:

- Masuk surga

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚َุงู„َ ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅِู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุชَู‰ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ู‚َุงู„َ « ูˆَู…َุง ุฃَุนْุฏَุฏْุชَ ู„ِู„ุณَّุงุนَุฉِ ». ู‚َุงู„َ ุญُุจَّ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ู‚َุงู„َ « ูَุฅِู†َّูƒَ ู…َุนَ ู…َู†ْ ุฃَุญْุจَุจْุชَ ».

"Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya: "Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?", beliau menjawab:"Apa yang telah kamu siapkan untuk hari kiamat?", lelaki itu menjawab: "Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya", Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maka sungguh kamu kan bersama yang kamu cintai". (HR. Bukhari dan Muslim.)

- Diharamkan oleh Allah Ta'ala untuk masuk neraka.

"Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah, tidak akan Allah melemparkan orang yang dicintai-Nya ke dalam Neraka".(HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2047).

- Dicintai oleh seluruh malaikat 'alaihimussalam dan diterima oleh penduduk bumi:

 "Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Allah Tabaraka wa Ta'ala mencintai seorang hamba, maka Allah Ta'ala memanggil Jibril : "Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah fulan", maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru di langit: "Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah kalian fulan", maka penduduk langitpun mencintainya dan diletakkan baginya penerimaan di tengah-tengah penduduk bumi" (HR. Bukhari).

☀ Keberhasilan meraih kemampuan pengendalikan diri dan keberhasilan menghidupkan kondisi ruhiyah ini insya Allah akan menimbulkan hal yang paling positif dalam tindakan kita berjama'ah yaitu munculnya rasa tanggung jawab; tanggung jawab secara pribadi atau organisasi; atau dalam berjama'i,  antar umat, antar negara, antar komunitas. Dari rasa tanggung jawab inilah akan muncul rasa empati pada penderitaan dan kesulitan yang dialami sesama saudara di tengah-tengah jamaah, atau di tengah-tengah bangsa ini, atau lebih luas sesama umat dalam kehidupan di dunia ini.

๐Ÿ”ฅ Kita sebagai  jama'ah dakwah yang membawa misi Islam rahmatan lil 'alamiin, tidak mungkin bisa melaksanakan misi tersebut, kalau kita tidak memiliki rasa tanggung jawab. Islam dan umatnya menuntut kader-kader dakwah untuk tampil dengan penuh rasa tanggung jawab memperjuangkan kepentingan, nasib, dan kejayaan Islam wal muslimin.

Rasa tanggung jawab itulah yang seharusnya mampu kita tampilkan, yaitu dengan menjadi anggota masyarakat yang paling merasa bertanggung jawab atas qodhoyah ummat (problema umat), atas situasi kondisi kehidupan yang ada di lingkungan kita, lingkungan bertetangga, lingkungan bermasyarakat, lingkungan bernegarabu dan lingkungan pergaulan antar bangsa, bahkan dalam ruang lingkup yang sempit sekalipun.

wallahu'alam bisshowab.

Referensi :

๐ŸŽฏTanya Jawab๐ŸŽฏ

0⃣1⃣ Wina_ 30
Bagaimana menyingkapi sahabat kita yg kesal pd kita dan mengecam *Munafik* pd kita karna menurutnya baju syari sya tdk sesuai dgn ucapan dan tingkah laku keseharian sy.
Terlebih lagi membuka aib keluarga sy ke mana mana, sangking beliau kesal nya pd sy...

Jujur sakit hati, sedih, tdk menyangka..
Karna kami pernah makan satu piring, kemana mana berdua..

Dosa kah bila sy tdk menegurnya karna sakit hati saya.
Dosakah bila saya menghindari nya,
Krn sy ingin berdamai dgn hati.

๐Ÿ’ŒJawab :
Hijrah itu memang tidak pernah mudah, akan banyak sekali ujiannya karena Hijrah itu berbuah syurga. Hijrahnya kita jika hanya diuji dengan fitnah dan cacian sungguh sedikitpun tidam setara dengan perjuangan Para sahabat terdahulu. Jika hijrah itu tidak berbuah syurga, maka ujiannya juga akan mudah.

Yang terpenting adalah anty tetap konsisten dengan hijrah anty. Perlahan perbaiki akhlaknya, perbaiki penampilan dan tertutama perbaiki aqidahnya. Seiring waktu nanti lingkungan akan memberi anty "label" baru yaitu seorang yang soleha.
Mengenai teman anty, mintalah pada Allah yang maha membolakbalikkan hati agar bliau turut berhijrah juga.

0⃣2⃣Wiet_ F33
Jika kita telah memaafkan org yg pernah menyakiti kita, dan kita sdh bersikap biasa saja. Tapi org tersebut memusuhi dan menjauhi kita.
Sebaiknya bagaimana kita menyikapi hal ini?

๐Ÿ’ŒJawab :
Salamatus sadr itu memang gampang memahaminya tapi sulit mengaplikasikannya. Bisa jadi kita sudah berlapang dada, orang lain belum kemudian karena sikap bliau kita kembali menumbuhkan penyakit hati.

Untuk teman yang seperti ini, minta maaflah ke bliau meski merasa tidak memiliki salah. Yang pertama meminta maaf itu yang lebih muliah dihadapan Allah. Kemudian bersikaplah seolah tidak pernah terjadi apa2.
Bisa jadi teman menjauhi kita bukan karena perselisihan sebelumnya, tetapi bliau punya alasan lain. Karena itu bersikap biasa menjadi cara terbaik, sampai bliau kembali mendekat.

p

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIHQ Premium Kol Live 2

☀Notula Kajian Online Live AIHQ Premium☀ Senin, 6 Agustus 2018 Pukul 19.30 Wib *Batch 1* ☀☀☀☀☀☀☀☀☀ ๐Ÿ‘‘Materi๐Ÿ‘‘ •┈┈┈◎❅❀❦๐ŸŒน❦❀❅◎┈┈┈•        *APA YANG KAU RISAUKAN HARI INI?*        _Di persembahkan untuk kelas premium batch 1_ •┈┈┈◎❅❀❦๐ŸŒน❦❀❅◎┈┈┈• _Sahabat AIHQ yg di muliakan Allah_๐Ÿง•๐Ÿป ๐Ÿ’™Seorang ulama pernah berpesan, ” ู„ุงَ ุชَุญْุฒَู†ْ ูˆَู„َูˆْ ุฑَุญَู„َุชِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูƒُู„َّู‡َุง ุนَู†ْูƒَ ، ู‚ُู„ْ ู„ِูƒُู„ِّ ู…َุง ูˆَู…َู†ْ ุชَูْู‚َุฏُู‡ُ : ูŠَูƒْูِูŠْู†ِูŠ ุงู„ู„ู‡. “Jangan sedih, walau seluruh dunia hilang dari genggamanmu. Katakan kepada apa dan siapa yang menghilang darimu, cukuplah Allah SWT sebagai pelindungku. ูَุฅِู†ْ ุชَูˆَู„َّูˆْุง ูَู‚ُู„ْ ุญَุณْุจِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َٰู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ۖ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุชَูˆَูƒَّู„ْุชُ ۖ ูˆَู‡ُูˆَ ุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ “Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung...

Syakhsiyah Jundiah

*➰Notulen Kajian Online Pengurus Departemen Kaderisasi-PSDM ODOJ ➰*  Jumat, 17 Agustus 2018 TeMa  : Syakhsiyah Jundiyah Oleh   : Ustadzah Rochma Yulika Waktu : 19.30 wib - Selesai Moderator : Asriana Notulensi  : Atin          ๐Ÿ’ŽPeMBuKaaN๐Ÿ’Ž Bismillaahirrahmaanirrahiim ุฅู†َّ ุงู„ู€ุญَู…ْุฏَ ู„ِู„ّู‡ِ ู†َู€ุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„َุง ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ، ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„َุง ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู† ู„ุงَّ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُู€ุญَู…َّุฏุงً ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡. ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„َุง ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„َّุง ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat Kesehatan dan kesempatan kpda kita sehingga pada malam  hari ini Allah masih mengizinkan kita utk berkumpul dalam rangka mengikut...