Langsung ke konten utama

AIHQ Premium Kol live 2

☀Notula Kajian Online Live AIHQ Premium☀
Senin, 6 Agustus 2018
Pukul 19.30 Wib

*Batch IV*

☀☀☀☀☀☀☀☀☀

👑Materi👑

🔆☪☪☪☪☪🔆

*Dengan Syahadat, kuyakini Allah Tuhanku*

   _Di Persembahkan Untuk Kelas Premium Batch 4_

👳🏼‍♀📖👳🏼‍♀📖👳🏼‍♀📖👳🏼‍♀📖👳🏼‍♀

*Sahabat Quran Rahimahullah*......🍂🌿

🍃Setiap orang yang lahir di muka bumi ini pada dasarnya adalah muslim. Dalam aqidah Islam, tidak ada orang yang lahir dalam keadaan kafir. Sebab jauh sebelum bayi itu lahir, Allah SWT telah meminta mereka untuk berikrar tentang masalah tauhid, yaitu mengakui bahwa Allah SWT adalah tuhannya.
Di dalam Al-Quran Al-Kariem, hal ini ditegaskan sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa bayi lahir itu dalam keadaan kafir.

🍂 Dan, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul, kami menjadi saksi." agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini. " (QS Al-A’raf: 172 )🍂🍃

🌾Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR Bukhari 1296)☘

☪1⃣⏩

*Sahabatku*......☄🌿

🍃🍂Syahadatain (dua kalimat syahadat) adalah kesaksian bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh Azza wa Jalla , dan bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba serta Rasul-Nya. Kedua kesaksian ini merupakan keyakinan mantap yang diekspresikan dengan lisan.Syahadatain (dua kesaksian) merupakan prinsip dasar yang menjadikan penentu keabsahan dan diterima atau tidaknya amalan para hamba. Suatu amalan akan sah dan diterima apabila dilakukan dengan keikhlasan hanya karena Allâh Azza wa Jalla dan mutâba’ah (mengikuti) Sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

☄🔆 Ikhlas karena Allâh Azza wa Jalla merupakan realisasi dari syahadat (persaksian) LÂ ILÂHA ILLALLÂH, tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh Azza wa Jalla . Sedangkan mutâba’ah atau mengikuti Sunnah dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan realisasi dari syahadat (kesaksian) bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

✨☄Persaksian tidaklah cukup di lisan saja, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang munafik yang diancam oleh Allah dengan adzab neraka. Orang-orang munafik mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lisan, namun hati mereka tidak membenarkannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami bersaksi bahwasanya engkau benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwasanya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.” (QS. Al Munafiquun: 1)

☪2⃣⏩

*Sahabat AIHQ Rahimahullah*...☄🔅

🔆🌾Begitu juga sebaliknya, syahadat ini tidak cukup diyakini dalam hati tanpa diucapkan.
 Ada sebuah siroh....

🔅☘Paman Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Abu Thalib) adalah orang yang dengan segenap kekuatan, harta benda dan jabatannya telah membantu dakwah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenapa dia rela melakukan hal demikian? Suatu ketika dia pernah mengakui bahwa sebenarnya ajaran agama yang paling benar adalah agama yang dibawa keponakannya. Namun sayang seribu sayang, sampai nyawanya sudah di tenggorokan dia tidak mau mengucapkan dua kalimat syahadat. 😔☄

               ☪☄☪

*Syarat sahnya Syahadat ada tujuh*

               ✨🍃✨
1.         ( العلـم )Mengetahui*


Firman Allah swt. Qs. Muhammad 47: 19
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

                 ☘☄☘

2.        ( اليقيـن )Yakin

Yaitu mengetahui dengan sempurna makna syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut. Jadi keimanannya tidak mengandung sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat itu dalam hatinya.

Firman Allah swt. Qs. Al-Hujurat 49: 15
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.

              🍂✨🍂

3.         ( القبـول )Menerima

Yaitu kerendahan dan ketundukan serta penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya yang membuahkan ketaatan dan ‘ibadah kepada Allah swt dengan jalan meyakini bahwa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syari’at islam.

Firman Allah swt. Qs. Al-Ahzaab 33: 36
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.

Qs. An Nisaa’ 4: 65
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

☪3⃣⏩

🔜🔜

          🍁🔆🍁🔆🍁

 4.         ( الانقيـاد )Patuh

Yaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah swt secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. Firman Allah swt. Qs. Lukman 31: 22
Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.


             👍🏼🌿👍🏼🌿

5.         ( الصـدق )Benar / Jujur

Yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi bathinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan ‘amalnya, antara apa yang ada dalam hatinya dengan apa yang dikerjakan oleh raganya. Maka tidak boleh ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hatinya. Firman Allah swt. Qs. Al-An’aam 6: 82
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Firman Allah swt. Qs. Al-Ahzab 33: 23
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya),

Dari Mu’adz bin Jabal ra.
مَا مِنْ اَحَدٍ يَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ اِلاَّ حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ   =رواه البخاري=
“Tidak seorangpun yang bersaksi bahwa tidak ada Ilaah (tuhan) yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah jujur dari hatinya, kecuali Allah telah mengharamkannya masuk neraka”.  =HR. Bukhari=

             ‼🌿‼🌿

6.         ( الاخـلاص )Tulus / Ikhlash
Maka ikhlash berarti membersihkan hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat. Firman Allah swt. Qs. Al-Bayyinah 98: 5.
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

                🍃💟🍃

7.         ( المحبـة )Cinta

Yaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang datang dari keduanya berupa ilmu dan ‘amal, serta mencintai orang-orang yang beriman.
Firman Allah swt. Qs. Ali Imran 3: 31
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Firman Allah swt. Qs. Al-Baqarah 2: 165
…. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
Dari Anas Bin Malik ra, ia mengatakan bahwa Rasul saw bersabda :

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوةَ اْلاِيْمَانِ : اَنْ يَكُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا, وَاَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ اِلاَّ لِلَّـهِ … =متفق عليه=
Ada tiga yang bila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan mendapatkan betapa manisnya iman. 1. Bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai  daripada segala sesuatu selain keduanya. 2. dan bahwa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya karena Allah. … =HR. Bukhari-Muslim=

*Sahabat Quran perindu surga*.....☄🍃


💟☄Cinta itu juga harus disertai amanah, yaitu kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat, atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi Sunnah Rasulullah saw. Selain itu, ia juga murka kepada para pelaku atau pembawa ajaran yang menyalahi Sunnah Rasulullah saw itu dengan segala ilmu dan ‘amal yang mereka bawa.
Sabda Rasulullah saw dari Ikrimah dan Ibnu Abbas ra.

اَوْثَقُ عُرَى اْلاِيْمَانِ : اَلْحُبُّ فِي اللهِ وَالبُغْضُ فِي اللهِ   =رواه الطبراني=
Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan marah juga karena Allah. =HR. Ath-Thabrani ☄🌿

Ashadu an laa illaha illAllah wa ashadu anna Muhammadarrosululloh. Syahadat yang bagus adalah hatinya benar-benar tidak menuhankan apapun selain Allah. Kalau sudah bulat hati ke Allah, maka mahluk, harta, kedudukan duniawi, popularitas tidak jadi sandaran. Makanya, setiap orang yang hatinya masih menganggap ada selain Allah yang bisa memberi nikmat, memberi karunia, memberikan manfaat maka amalnya ditujukan untuk sesuatu, ini sulit untuk istiqomah, karena sesuatunya itu akan berhenti juga, bisa berhenti memperhatikan, bisa berhenti memberi, dan sebagainya.

‼ Dengan istiqomah dalam syahadat maka akan dicintai Allah, selain dijaga malaikat Allah. Orang yang istiqomah itu kalaupun suatu saat Allah menahannya dari beramal, pahalanya insya Allah dapat. Misalnya kita istiqomah sholat jama’ah, lalu Allah menakdirkan sakit atau hujan lebat, itu pahalanya tetap dapat. Atau kita istiqomah tiap malam tahajud, suatu saat Allah memberikan tidur yang pulas karena capek habis belajar, habis kerja, itu tetap dapat pahala tahajud.

Wallahu’alam bish showab
Dari berbagai sumber

☪4⃣🔚🔚🔚🔚

☀☀☀☀☀☀☀☀☀

👑Tanya Jawab👑

⭐Kelas Maryam (Married)⭐
Dijawab Oleh Bunda Lillah

1⃣Dian
"Setiap orang yang lahir di muka bumi ini pada dasarnya adalah muslim."

Apakah kita harus ada kekhususan utk membaca sahadat setelah baligh?
Adakah yang membatalkan sahadat sehingga seseorang yg masih ingin memeluk islam hrs bersahadat lagi?

Jawab: Tidak ada ketentuannya harus seperti itu.

Waah...tentunya banyak yg membatalkan syahadatain. Di antaranya tentu syirik, meninggalkan ibadah dengan sengaja krn tdk meyakini faidahnya, sihir dsb
Nanti ada pembahasannya sendiri insyaallah

2⃣Risma
izin bertanya ustadzah..
bgm sbnrnya dg islam nusantara ya ustadzah..

Jawab: Hhmmm...pertanyaan berat ini, karena bisa jadi bersayap ini

Ada yang memaknai sebagaimana Islam sesungguhnya, hanya kmd ttp mengadopsi budaya Indonesia.

Tapi ada yang memang memelintir Islam semaunya hrs seperti syahwat mereka

⭐Kelas Nusaibah (Single)⭐
Dijawab oleh Bunda Halimah

3⃣Ria-088

Bagaimana cara kita menjaga ketauhidan/keimanan kita, supaya tdk tergoyah oleh godaan² yg marak di zaman ini, terutama di akibtkn oleh hati yg tdk suka berubah²?

Jawab: Ada tujuh kewajiban terhadap tauhid yang harus kita perhatikan agar bisa menjaga ketauhidan

Pertama: Ilmu

Wajib bagi seorang muslim memiliki ilmu yang memadai tentang tauhid; memahami bagaimanakah cara mentauhidkan Allah dengan benar. Ilmu adalah pokok yang sangat penting dalam tauhid karena benar atau tidaknya tauhid kita sangat bergantung kepada pemahaman kita terhadap makna tauhid itu sendiri.

Untuk itulah banyak ayat dalam Al Qur`an serta hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan pentingnya ilmu. Imam Bukhari mengatakan, “Ilmu sebelum berkata dan berbuat.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika beliau telah melaksanakan shalat subuh berdoa, “Ya Allah, sesunggunya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”

Kedua: Cinta

Setelah berilmu atau memahami tauhid dengan baik, maka tentu seorang muslim wajib mencintai tauhid sebagaimana ia mencintai Allah karena sesungguhnya tauhid adalah hak Allah yang paling agung atas hamba-hamba-Nya. Jika tauhid hanya sebatas pemahaman, maka hal itu juga dimiliki oleh orang-orang musyrik zaman dulu. Mereka sangat memahami tauhid dengan baik, namun mereka membencinya. Justru karena mereka sangat faham ajaran tauhid yang diwaba oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka menolak untuk mengucapkannya.

Ketiga: Azam

Azam atau tekad berikutnya sangat penting untuk kita miliki agar kita dalam menunaikan ketauhidan yang benar. Cinta yang tidak disetai tekad untuk mewujudkan segala konsekwesi dari nilai-nilai tauhid kelak akan membuat tauhid mudah goyah, tidak memiliki daya tahan dan lemah jika suatu saat dihadapkan pada rintangan dan cobaan. Karena sudah menjadi sunnatullah, orang yang beriman dan bertauhid akan diuji oleh Allah.

Keempat: Amal

Beramal adalah tahap selanjutnya dalam menunaikan kewajiban kita terhadap tauhid. Artinya, segala hal yang menjadi konsekwensi dari ajaran tauhid harus terwujud dalam amal perbuatan kita. Wujudkan tauhid itu dengan cara benar-benar memurnikan segala ibadah hanya untuk Allah dan jauhi segala hal yang bertentangan dengan nilai tauhid berupa kesyirikan dengan segala bentuknya.

Kelima: Beramal Dengan Ikhlas dan Benar

Perlu diingat, bahwa amal tidak menjadi sah tanpa disertai dengan ikhlas karena Allah dan benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah shalallallahu ‘alaih wa sallam. Keduanya harus ada secara bersamaan. Amal yang dikerjakan dengan keikhlasan saja tidak cukup, sebagaimana amal yang dilakukan dengan benar saja tidak cukup. Amal harus ikhlas, dan juga benar.

Keenam: Berhati-hati Terhadap Hal-hal yang Bertentangan dengan Tauhid

Selanjutnya, seorang muwahhid harus mengenal apa saja perkara yang bertentangan dengan tauhid dan berhati-hati terhadapnya. Agar ia tidak terjerumus ke dalamnya. Ilmu tentang hakikat tauhid tidak akan menjadi sempurna jika tidak disertai dengan ilmu tentang perkara-perkara yang bertolak belakang dengan tauhid. Dan tauhid tidak akan tegak jika padanya masih terdapat perkara-perkara yang bertentangan dengannya. Yang bertentangan dengan tauhid ini ada dua macam:

(1) Yang termasuk kategori pembatal tauhid, seperti: syirik besar.
(2) Yang termasuk pengurang tauhid, seperti: syirik kecil.

Ketujuh: Istiqomah dan Teguh

Kewajiban yang terakhir ini juga sangat penting. Setelah semua poin sebelumnya dapat dilalui, istiqomah dan teguh dalam menjaga tauhid harus dapat kita pertahankan hingga kita mati, meninggalkan dunia ini. Karena sesungguhnya kondisi yang sangat menentukan bagi kita di dunia ini dalam meraih kebahagian di akhirat adalah saat terakhir dari kehidupan kita. Dan peluang untuk mendapatkan akhir yang baik (husnul khatimah) itu hanya dimiliki oleh orang yang istiqamah

☀☀☀☀☀☀☀☀☀

👑Closing Statement👑

Dengan istiqomah dalam syahadat maka akan dicintai Allah, selain dijaga malaikat Allah. Orang yang istiqomah itu kalaupun suatu saat Allah menahannya dari beramal, pahalanya insya Allah dapat. Misalnya kita istiqomah sholat jama’ah, lalu Allah menakdirkan sakit atau hujan lebat, itu pahalanya tetap dapat. Atau kita istiqomah tiap malam tahajud, suatu saat Allah memberikan tidur yang pulas karena capek habis belajar, habis kerja, itu tetap dapat pahala tahajud.

Wallahu’alam bish showab

(Oleh Bunda Lillah, di kelas Nusaibah)

☀☀☀☀☀☀☀☀☀
Notulis🌹🌹🌹

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIHQ Premium Kol Live 2

☀Notula Kajian Online Live AIHQ Premium☀ Senin, 6 Agustus 2018 Pukul 19.30 Wib *Batch 1* ☀☀☀☀☀☀☀☀☀ 👑Materi👑 •┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈•        *APA YANG KAU RISAUKAN HARI INI?*        _Di persembahkan untuk kelas premium batch 1_ •┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈• _Sahabat AIHQ yg di muliakan Allah_🧕🏻 💙Seorang ulama pernah berpesan, ” لاَ تَحْزَنْ وَلَوْ رَحَلَتِ الدُّنْيَا كُلَّهَا عَنْكَ ، قُلْ لِكُلِّ مَا وَمَنْ تَفْقَدُهُ : يَكْفِيْنِي الله. “Jangan sedih, walau seluruh dunia hilang dari genggamanmu. Katakan kepada apa dan siapa yang menghilang darimu, cukuplah Allah SWT sebagai pelindungku. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ “Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung...

Syakhsiyah Jundiah

*➰Notulen Kajian Online Pengurus Departemen Kaderisasi-PSDM ODOJ ➰*  Jumat, 17 Agustus 2018 TeMa  : Syakhsiyah Jundiyah Oleh   : Ustadzah Rochma Yulika Waktu : 19.30 wib - Selesai Moderator : Asriana Notulensi  : Atin          💎PeMBuKaaN💎 Bismillaahirrahmaanirrahiim إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat Kesehatan dan kesempatan kpda kita sehingga pada malam  hari ini Allah masih mengizinkan kita utk berkumpul dalam rangka mengikut...